Toko Roti Diawasi Ketat Pasca Krisis Ekonomi Venezuela

Agen Sabung Ayam – Toko Roti Diawasi Ketat Pasca Krisis Ekonomi Venezuela

Krisis ekonomi Venezuela yang belum juga selesai walaupun sudah tiga tahun berlalu. Bahkan, aturan ketat pada toko roti pun diberlakukan oleh Pemerintah Venezuela.

Setelah stok gandum nasional terus menipis, aturan ketat tersebut pun dibuat. Mengingat selama ini gandum dikenal sebagai bahan utama dalam pembuatan roti. Pemerintah pun disalahkan oleh para pengusaha roti akibat  adanya kelangkaan itu. Stok gandum negara sebanyak 80 persen menurut mereka, sudah habis.

Tapi, kelompok bisnis oposisi pemerintah juga disalahkan oleh pemerintah Venezuela. Kelompok ini dinilai pemerintah sengaja menimbun gandum, menaikkan harga gila-gilaan, dan menahan produksi. Namun, para kritikus tetap menyalahkan pemerintah karena dianggap gagal mengontrol mata uang dan mengontrol harga di pasar.

Pemerintah Venezuela pun membuat aturan akibat kelangkaan gandum, dengan cara membatasi pembuatan produksi dalam setiap toko roti.

Negara yang terpuruk setelah harga minyak jatuh itu meminta seluruh toko roti diminta untuk membuat roti lebih banyak serta mengurangi pembuatan croissant, cake dan pastry.

Sebanyak 90 persen gandum yang dibeli oleh mereka diminta harus dialokasikan khusus untuk pembuatan roti. Pemerintah Venezuela menyebut situasi krisis ini sebagai “Perang Roti”.

Sebagian besar toko kue menentang aturan tersebut. Penyebabnya adalah keuntungan menjual produk lain lebih tinggi ketimbang menjual roti yang tak tidak begitu banyak. Akibatnya, pemerintah mengancam akan mengirimkan ratusan tentara untuk mengawasi dan pemerintah juga akan mengambil alih seluruh toko roti.

Pekan ini, empat orang pengusaha bakery telah ditangkap pemerintah karena membuat aneka pastry dan brownies lebih banyak dibandingkan pembuatan roti.

Satu toko bakery pun telah diambil alih pemerintah dan akan diawasi selama 90 hari secara penuh.

“Tanggung jawab harus diberikan oleh mereka yang berada di balik ‘perang roti’ ini. Jangan biarkan penganiayaan secara politik dikomentari oleh mereka kelak,” ujarnya.

Asosiasi pengusaha roti, Fevipan, di negara itu pun meminta agar pemerintah segera menggelar pertemuan denagn mereka. Menurut Fevipan, tanpa menjual produk dengan harga yang tinggi, takkan ada kestabilan yang bisa dicapai.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *