Agen Sabung Ayam Online – Fakta Menyedihkan Ayam Broiler Part 2

Selamat datang kembali di lanjutan kedua artikel “Fakta Menyedihkan Ayam Broiler” yang KOKIBET berikan. Kali ini KOKIBET akan menjelaskan tentang kesejahteraan dan penyakit yang dialami ayam broiler ini.

Kesejahteraan dan Penyakit

Seleksi kawin silang untuk menambah bobot tubuh ayam dengan cepat serta pemberian antibiotik pertumbuhan dalam pakan menyebabkan ayam-ayam tersebut banyak yang tidak sanggup menopang berat badannya sendiri. Pada 20 tahun yang lalu ayam broiler memerlukan 84 hari untuk mencapai bobot tubuh siap panen, tetapi sekarang mereka hanya memerlukan 42 hari untuk mencapai bobot tubuh ayam yang siap panen.

Kondisi lingkungan hidup yang buruk dan padat dalam kandang memudahkan ayam terserang berbagai penyakit. Uap ammonia yang sangat kuat bisa menyebabkan sakit pada mata hingga mengalami kebutaan. Serangan jantung (atau disebut sindrom kematian akut), penyakit pernapasan kronis, pembengkakan hati dan penyakit ginjal dan serangan dari bakteri dan virus menyebabkan angka kematian yang tinggi pada kawanan ayam.

Hawa panas dalam kandang juga bisa menyebabkan kematian. Banyak ayam yang mati pada saat cuaca panas karena ventilasi yang tak memadai.

Peternakan ayam broiler yang padat dan tidak sehat bisa menyebabkan bakteri berkembang biak secara leluasa di antara kawanan ayam. Salmonella dan campylobacter tersebar luas di dalam peternakan dan sering menyebabkan keracunan makanan pada manusia.

Transportasi dan Penjagalan

Penangkapan dan pengangkutan ayam-ayam ke tempat penjagalan bisa menyebabkan rasa sakit dan stress pada ayam. Kelompok penangkap ayam berkeliaran di dalam kandang dan masing-masing memegang beberapa ekor ayam dengan posisi terbalik pada kaki mereka dan mereka dimasukkan dalam kotak lalu dimuat ke dalam gerobak. Sendi terkilir, patah sayap dan kaki serta memar sangat sering terjadi. Tempo pengangkutan ke tempat penjagalan yang cukup jauh dapat membuat ayam menderita karena cuaca yang ekstrem. Kedinginan, kepanasan, kehabisan nafas dan goncangan diderita oleh ayam-ayam itu. Kurang lebih 6 juta ayam mati pada saat pengangkutan setiap tahunnya.

Ketika sampai di rumah jagal, ayam-ayam itu dikeluarkan dari kotak dan digantung terbalik pada kakinya pada lini berjalan. Kepala dan lehernya dicelupkan ke dalam air yang diberi aliran listrik untuk menghilangkan kesadarannya. Lini berjalan membawa ayam-ayam ke alat pengiris leher otomatis. Ayam-ayam mengucurkan darah selama lebih kurang satu setengah menit sebelum dimasukkan ke dalam tangki air panas. Air panas itu memudahkan pencabutan bulu.

Jika pemberian aliran listrik dan pengirisan leher tidak sempurna maka ayam tersebut masih hidup saat memasuki tangki air panas. Sebuah studi menemukan hampir 25% ayam-ayam itu masih hidup saat memasuki tangki air panas.

Pemberian aliran listrik tidak sempurna jika arus listriknya terlalu rendah. Kuat arus listrik yang dianjurkan adalah 120 mA (mili-Ampere) agar denyutan jantung berhenti sehingga ayam tersebut mati. Sangat sedikit rumah jagal yang memberi aliran listrik dengan arus setinggi ini karena konon ada klaim yang menyebutkan bahwa pemakaian arus listrik yang tinggi bisa menyebabkan kerusakan pada tubuh ayam. Klaim lainnya adalah agar denyut jantung tetap ada untuk memompa darah keluar dari tubuh ayam sebanyak mungkin setelah diiris lehernya. Tak satupun dari klaim-klaim ini dapat dibuktikan secara ilmiah.

Pengirisan leher juga tidak selalu sempurna. Kasih dalam Dunia Ternak (Compassion In World Farming) melakukan sebuah studi yang bertema Kesejahteraan pada Penjagalan Ayam Broiler (Welfare at Slaughter of Broiler Chickens) menyimpulkan bahwa sebagian besar ayam tidak teriris sempurna lehernya. Pengirisan yang sempurna adalah putusnya semua arteri di leher yang mensuplai darah ke otak namun hal ini ditentang oleh industri daging ayam dengan alasan hal ini dapat mempersulit otomatisasi pengeluaran jeroan ayam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *