Agen Sabung Ayam – Barca Tuai Celaan Dan Pujian, Anak Emas UEFA Dan Dibantu Wasit? Bag. 2

Celaan dan pujian dari banyak pihak berdatangan atas Comeback Barca yang sensasional. Salah satu yang memberikan pujia adalah Pep Guardiola, manajer Manchester City. Ia turut mengucapkan pada mantan klubnya itu selamat atas pencapaian mereka.

Para pemain Barca melakukan hal luar biasa. Mereka meraih hasil yang diluar perkiraan. Sangat spektakuler dan menakjubkan yang membuat saya ingin merayakannya untuk Luis Enrique,” tuturnya.

Dari siaran berita, Guardiola mengetahui kemenangan sensasional Barcelona itu. Karena harus memimpin The Citizens, dia tidak ikut menyaksikan secara langsung permainan Messi dan kawan-kawan. Dalam laga tunda Premier League, saat itu, timnya sedang berlaga dengan Stoke City.

Permainan Barcelona itu tentu saja membuat Guardiola sangat penasaran dan ingin menyaksikannya, “Jika nanti ada waktu, saya akan menyaksikan siaran ulangnya karena saya penasaran dengan pertandingannya,” ujarnya.

Rio Ferdinand, legenda Manchester United juga memberikan pujian. “Dalam dunia sepakbola, inilah comeback terbaik,” katanya lewat akun twitter pribadinya.

Namun, bagai dua mata pisau, kemenangan Barcelona juga mendapatkan celaan dan kritikan pedas. Berbagai kontroversi terjadi sepanjang pertandingan.

Kontroversi yang terjadi sedemikian banyakmya dalam laga ini dan terlihat cenderung menguntungkan posisi Barcelona. Kontroversi paling utama adalah wasit Deniz Aytekin memberikan dua buah hadiah penalti untuk klub asal Catalan itu.

Yang pertama, di menit ke-50 sewatu Thomas Muenier, bek PSG, dianggap wasit telah melakukan pelanggaran. Neymar yang kala itu sedang berusaha mengejar umpan bola dari Andres Iniesta. Akan tetapi, video yang beredar jelas tampak bahwa pada saat itu tidak ada unsur kesengajaan.

“Karena pemain PSG terpeleset lalu tanpa sengaja jatuh ke arah Neymar. Itu bukan termasuk penalti, tapi wasit malah tetap memberikan penalti, hukuman maksimal,” kata Andujar Oliver, mantan wasit asal Spanyol.

Menit ke-90 penalti yang kedua pun terjadi, ketika sedang berduel dengan, bek PSG, Luis Suarez terlihat dengan sengaja melakukan diving membuat tangan Marquinhos mengarah ke leher.

Pemain Uruguay tersebut tanpa ragu menjatuhkan tubuhnya ketika dalam posisi tersebut. Tak pelak, Wasit pun menunjuk titik putih. Protes dari para pemain tim tamu pun menghujani keputusan wasit.

Sedangkan dari pihak PSG sendiri peluang penalti sebenarnya bisa didapatkan. Ketika Julian Draxler sedang berusaha melakukan akselerasi ke dalam kotak penalti Barca, Javier Mascherano melakukan tekel padanya untuk mengadang.

Bola justru mengenai tangan Mascherano jika dilihat dalam tayangan video. Namun, bagi Les Parisiens situasi tersebut berbeda. Wasit seolah buta dan tidak melihat insiden tersebut sehingga hadiah penalti tidak layak bagi mereka.

Tak cukup sampai disitu, pada menit ke-85, gol kedua PSG juga nyaris dicetak Angel Di Maria setelah tinggal berhadapan dengan Marc Andre ter Stegen, kiper Barcelona.

Mascherano pun kembali melakukan tekel yang membuat Di Maria terjatuh hingga sepakannya meleset. Aneh, wasit seolah tak peduli dan tetap melanjutkan laga yang dirasa cukup merugikan PSG.

Pernyataan mengejutkan dibuat oleh Mascherano seusai laga. Dia mengakui PSG berhak mendapat penalti akibat pelanggaran terhadap Di Maria yang dilakukannya.

“Saya terlihat jelas melakukan pelanggaran (tekel) terhadap Di Maria. Namun, itu bukan sebuah alasan dan kami tetap berhasil mendepak PSG,” ungkapnya.

Alhasil, di twitter, hastag UEFAlona untuk menyindir Barcelona menyeruak. Berbagai spekulasi negatif bermunculan atas kemenangan gemilang nan dramatis Barcelona ini.

Beberapa tahun lalu, sebutan ini sempat populer dimana kontroversi serupa terjadi. Dikabarkan Barcelona kerap dibantu wasit, menjadi anak emas UEFA sehingga disebut UEFAlona.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *